Cara Mudah Berbicara Dengan Part atau Bagian Diri

Cara Mudah Berbicara Dengan Part atau Bagian Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sejak buku The Secret of Mindset beredar, khususnya edisi hardcover yang ada bonus CD Ego State Therapy, saya mendapat banyak respon mengenai pengalaman pembaca buku yang menggunakan CD ini untuk berdialog dengan diri sendiri.

Ada yang dengan mudah bisa langsung berbicara dengan Part atau Ego State mereka. Ada yang kadang bisa kadang nggak, sepertinya si Part ini agak “nakal”. Ada juga yang sudah mencoba berkali-kali tapi tetap belum bisa berkomunikasi dengan Part mereka.

Mengapa berbicara dengan Part ini gampang-gampang susah?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang sulit berkomunikasi dengan Part: 1. Perasaan Takut Yang paling utama adalah perasaan takut karena berpikir bahwa yang ia ajak bicara adalah suatu entitas atau”makhluk” yang masuk ke dalam dirinya, seperti orang yang kerasukan. Padahal pandangan ini sungguh tidak tepat dan tidak berdasar.

Jika perasaan takut dan tidak nyaman ini muncul sebelum berbicara dengan Part maka bisa dipastikan tidak akan terjadi dialog sama sekali. Mengapa? Karena perasaan takut ini mem-block atau menghambat proses komunikasi.

Apa sih sebenarnya Part ini?

Part atau Ego State
... baca selengkapnya di Cara Mudah Berbicara Dengan Part atau Bagian Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Salah Itu Sulit

Salah Itu Sulit Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dalam workshop “Cara Cerdas Menulis Artikel Menarik”, saya sering meminta peserta untuk menuliskan dua atau tiga kalimat dengan keharusan membuat kesalahan penulisan secara konsisten. Setelah itu saya minta mereka menuliskan hal yang sama secara benar.

Hasilnya? Membuat kesalahan penulisan secara konsisten dalam menulis ternyata lebih susah daripada menulis dengan benar.

Hal yang sama saya ujicoba kepada anak saya yang berusia 12 dan 8 tahun. Dan mereka kemudian bertanya, “Kenapa sih Pa, kok mesti bikin tulisan yang salah dulu? Menulis yang benar kan lebih gampang?”

Jika saya mulai merasa takut salah dalam menuangkan gagasan menjadi tulisan, hal semacam ini selalu saya katakan pada diri sendiri, “salah secara konsisten dalam menulis itu sulit, lebih mudah menulis dengan benar”. Itu membuat semangat dan gairah saya bangkit kembali untuk menuntaskan tulisan yang tertunda atau memulai tulisan yang baru.

Saya harap Anda tak percaya, sampai Anda mencobanya. Menulislah!

*) Info pelatihan penulis
... baca selengkapnya di Salah Itu Sulit Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kekuatan dari Sifat Hati-hati

Kekuatan dari Sifat Hati-hati Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kerap kali kita mendengar kata “hati-hati” diucapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Seorang ibu yang melepas kepergian anaknya ke sekolah dengan ucapan “hati-hati”. Seorang istri yang melepas sang suami untuk bekerja dengan ucapan “hati-hati” pula. Sepele memang. Kadang kita tidak begitu memperhatikan. Kata “hati-hati” dianggap sebagai pelengkap kalimat perpisahan saja. Padahal “hati-hati” mengandung makna yang sangat dalam. Karena jika ingin hidup kita sukses dan bahagia, sifat berhati-hati adalah juga salah satu faktor penentunya.

Kita tentu mendengar dan melihat berita-berita tentang musibah yang menimpa orang-orang di sekitar kita. Biasanya berawal dari keteledoran atau ketidakhati-hatian. Rumah yang terbakar karena lupa mematikan kompor, anak balita yang tersiram air panas karena lupa tidak menaruhnya di tempat yang aman, remaja yang bersahabat dengan narkoba karena mudah terpengaruh dan tidak hati-hati memilih teman. Demikian juga pejabat yang ditangkap KPK. Ini bukan karena ia tidak hati-hati dalam melakukan korupsi sehingga ketahuan, tapi karena ia teledor terhadap hidupnya sendiri, yaitu tidak berhati-hati untuk menjauhi segala kecurangan. Betapa kehati-hatian adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita.

Saya belajar sifat hati-hati ini secara detail ketika saya menjadi pembantu rumah tamgga di Hong Kong. Apalagi saya menjaga anak orang dari bayi sampai tumbuh menja
... baca selengkapnya di Kekuatan dari Sifat Hati-hati Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Mbah Min

Mbah Min Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kami biasa memanggilnya Mbah Min, dia tinggal di sebelah rumahku yang berbatasan dengan sungai kecil. Dia tinggal sendirian di rumah yang berdindingkan bilik dan beratapkan rumbia. Sampai sekarang saya sendiri tidak tahu asal usul keluarganya dan tidak berani menanyakannya karena khawatir akan menyinggung hatinya.

Tapi bagi keluarga saya, Mbah Min sudah dianggap seperti keluarga sendiri karena mau membantu menjaga pemakaman keluarga besarku tanpa mengharapkan bayaran sedikit pun. Pekerjaan rutinnya membersihkan rumput di areal pemakaman pada pagi hari, dan rumput-rumput itu dikumpulkan untuk dijual ke peternak sapi di kampungku.

Bagi saya sendiri ada keasyikan tersendiri bila bermain ke rumahnya dan tidak peduli dengan omongan tetangga yang menganggap Mbak Min itu, orang tidak waras karena terkadang berbicara sendiri dengan pohon.

Saat dirinya berbicara dengan pohon itu seolah-olah sedang berhadapan dengan kekasih tercintanya dan terkadang mengelus-ngelusnya. Terkadang dia juga menangis tersedu-sedu saat ada pohon yang ditebang oleh warga, seperti dia tidak mau kehilangan kekasih tercintanya itu.
Bahkan ada juga omongan tetangga yang usil yang menyebutkan bahwa Mbah Min itu penyembah pohon.

Setiap kali saya b
... baca selengkapnya di Mbah Min Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Loper Cilik

Loper Cilik Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Setiap hari Minggu aku selalu membantu ibuku mengantarkan koran ke rumah pelanggan yang rumahnya tidak terlalu jauh dari rumahku. Ya, aku adalah anak seorang loper koran di kotaku. Usiaku kini genap 12 tahun. Ayahku sudah meninggal 5 tahun yang lalu. Setiap hari Minggu aku selalu membantu Ibu mengantar koran ke pelanggan koran di sekitar rumahku. Dari kecil orangtuaku mengajarkan aku untuk selalu bekerja keras dan tidak pernah putus asa.

Awalnya, aku malu dengan pekerjaan orangtuaku yang mengantarkan koran tiap pagi kepada pelanggan-pelanggannya. Tapi sekarang aku tahu, pekerjaan orangtuaku halal. Dan tidak merepotkan orang lain.

“Rachma, tolong antarkan koran ini ke rumah Pak Hendro dan Pak Jaka ya” pinta Ibu kepadaku.
“Baik Bu.”

Rachma pun mengambil 2 buah koran dan sepedanya kemudian mengayuhnya dengan cepat menyusuri jalan setapak menuju rumah Pak Hendro dan Pak Jaka yang memang tidak terlalu jauh dari rumahnya.

“Rachma, terimakasih ya. Bapak sudah menunggu koranmu hari ini. Bapak penasaran ada berita apa hari ini.” kata Pak Hendro dengan ramah.
“Sama-sama Pak, maaf agak terlambat. Korannya datang agak siang. Jadi baru saya antarkan sekarang”.
“Tidak apa-apa Rachma. Mari mampir dulu, nanti Bapak buatkan kamu es teh manis”.
“Terimakasih Pak, masih ada koran yang harus saya antar ke ruma
... baca selengkapnya di Loper Cilik Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. wirahadi.blogspot.com - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger